Showing posts with label traveling. Show all posts
Showing posts with label traveling. Show all posts

Monday, October 5, 2015

Jatuh Cinta Sejenak pada Jakarta

for all our love and hate towards Jakarta
Adhitia Sofyan

 
 
siapa ga kenal Jakarta ?
sekian tahun hidup di Jakarta, gue pun sebenernya belom kenal kenal amat sama kota complicated ini. setelah sedikit mengenal Jakarta yang berbeda, gue pun penasaran gimana caranya bisa kenal lebih jauh. kalo bahasa anak gaulnya, mulai pedekate gitu beb. #terserahmbak
 
kalo lo tinggal di sini sih mungkin pedekate bisa dilakukan dengan pelan pelan ya. tapi gimana kalo lo cuman punya sedikit waktu di Jakarta ? let say, lo cuman punya 24 jam di Jakarta. apa aja sih yang bisa lo lakukan untuk mengenal ibu kota ini lebih jauh - dan untuk kemudian jatuh cinta ?

here we go !!
 
06.00-09.00
mungkin secara umum Car Free Day atau CFD ini udah mirip sama CFD di kota kota lain. jalanan ditutup dan orang orang bisa melakukan berbagai aktivitas di sini.
yang membedakan adalah skalanya yang besar (ya iyalah, wong Jalan Sudirman yang ditutup). saking besarnya, banyak orang orang di luar Jakarta yang bela-belain dateng ke sini. banyak kegiatan yang seru yang baru gue liat pas di CFD. pernah ga liat orang ujug ujug main sulap di jalan gede terus di sebelahnya ada ibu ibu senam ? hanya di CFD !!
 
09.00 - 11.00
setelah mandi (ga mandi juga gapapa sih), lo bisa jalan ke daerah Bundaran HI dan nunggu bis wisata yang lewat sana. bis ini gratis, ber-AC dan nyaman banget.
turunlah di daerah Pasar Baru. jalan dikit, sampailah di Pasar Baru. Pasar Baru ini merupakan pasar yang femes karena banyak toko kainnya. yang seru dari Pasar Baru, ada banyak bangunan bersejarah di sini. plus, banyak jajanan enak enak !! mulai dari buah lontar (or siwalan in Javanese), sampe Mie Gang Kelinci yang femes itu. mie ini porsinya besar, tapi sekarang mereka udah bikin menu versi kecilnya kok.
 
11.00-13.00
belom pernah naik Bajaj ? cobalah naik Bajaj dari Pasar Baru ke Masjid Istiqlal. deket kok. rasakan sensasinya berada di alat transportasi yang cuman ada di Jakarta ini.
di Istiqlal sering ada pengajian yang dilanjutkan sholat dzuhur bersama. hati ini pun terasa adem banget mendengar imam memimpin sholat di masjid yang konon bisa menampung dua ratus ribu jamaah ini.
setelah sholat dzuhur, coba cari kedai Es Krim Ragusa. es krim ini adalah es krim khas Italia yang emang enak banget. konon, pemiliknya juga asli orang Italia, makanya rasanya pun autentik. interior kedainya pun lucu, ala ala vintage jaman dulu.
 
13.00-16.00
setelah memanjakan perut, sekarang saatnya memanjakan jiwa. caranya ? mainlah ke museum museum daerah Kota. cukup dengan naik Transjakarta yang baru diremajakan, kita akan sampai ke Kota.
di sini ada banyak museum yang akan memberi kita sedikit mengenai Jakarta dan Indonesia jaman dulu. mulai dari Museum Bank Mandiri, Museum Fatahillah, sampai Museum Seni Rupa dan Keramik pun ada di sini. jangan lupa sewa pemandu ya, biar keliling museumnya lebih afdol.
bosan keliling museum ? bisa juga nongkrong di halaman Museum Fatahillah yang luas dan banyak dipadati penjual. duduk duduk sambil minum es kelapa juga boleh...
 
16.00 - 19.00
belum ke Jakarta namanya kalau belum main ke Monas. dari Kota, kita bisa naik Transjakarta untuk pergi ke Monas. Monas atau Monumen Nasional adalah monument yang dibangun untuk memperingati perjuangan kemerdekaan Indonesia. kita bisa naik ke puncak Monas atau masuk ke museum di bagian bawahnya.
Monas di sore hari biasanya cukup ramai. banyak warga yang sekedar berolahraga ringan atau beberapa orang yang ngobrol ringan di taman taman. di hari Sabtu, bisa lebih ramai lagi.
tunggulah sampai malam tiba, saat lampu lampu Monas dinyalakan. pemandangannya yang dilatar belakangi gedung gedung tinggi, sungguh instagrammable (is this even a word ?)
 
19.00 - 21.00
jam jam macetnya Jakarta nih. biar ga bete, bisa main ke Taman Ismail Marzuki atau TIM. TIM ini adalah gedung pertunjukkan yang sering menggelar acara teater dan acara seni lainnya. bahkan, banyak pemusik yang memilih untuk perform di sini. kita bisa menonton pertunjukkan di TIM dengan harga tiket yang terjangkau.  di sini juga ada toko buku jadul yang koleksinya lumayan lengkap.
di luar TIM, biasanya ada penjual kerak telor. mumpung udah di Jakarta, wajib icip banget ini bro sis.
 
21.00 - 24.00
perut lapar ? tenang. kota yang hampir tidak pernah tidur ini memiliki banyak restoran yang buka 24 jam. mulai dari restoran Padang, warteg sampai warung tenda, rata rata buka sampai tengah malam. jam berapapun kita lapar, akan selalu ada restoran dan warung yang bisa kita datangi. kecuali lagi diet ya.
di Jakarta juga banyak kafe dan coffee shop yang recommended, terutama di daerah Kemang. cucok kalo mau coba icip icip salah satu.
 
24.00 - 06.00
tidur. hahaha.
seiring dengan tren traveling, banyak hotel baru bermunculan di Jakarta. mulai dari hotel murah, sampai bintang lima. saking banyaknya, harganya pun kompetitif abis. silahkan cari hotel harga promo dari internet. biasanya diskonnya lumayan gede.
kalo ga mau bobok gimana kak ? yang suka nongkrong mungkin mau coba nongkrong di Bundaran HI. di mananya ? ya di pinggir kolamnya. tempat ini kayaknya masih favorita ya di kalangan anak muda ibu kota buat tempat nongkrong.
 
***
mungkin 24 jam belum bisa membuat lo mengenal Jakarta. but who understand this city completely sih ? kayak gadis muda yang lagi centil centilnya, selalu ada yang baru dari Jakarta. tapi setidaknya, lo akan menangkap a glimpse of Jakarta, kota yang sekarang gue tinggali. the city that I love and hate simultaneously. cinta dan benci itu emang bedanya setipis kelambu ya seus.
 
belum puas mengenal Jakarta dan jatuh cinta dalam 24 jam ? just plan another visit !!

 
 

 
di Jakarta, semua orang berada in the state of trying
Ika Natassa
 
 
 


Tuesday, September 29, 2015

#160 singapore trip day 2 - the power of impulsiveness



postingan ini kayaknya bakal panjang banget, secara hari kedua ini... SERU BANGET !!

pagi itu kami terbangun dengan kalem. setelah sholat subuh dan bobok lagi, gue pun tercenung sejenak sebelum buru buru kabur mandi dan siap siap. hari ini kami mau ke River Safari !!

kok ujug ujug ke River Safari sih sis ? jadi ceritanya, malam sebelumnya gue sama Ria goler goler wifian di lounge hostel. ternyata Ria browsing soal River Safari dan Singapore Zoo. etapi harga tiketnya kok mahal amaaat... tapi namanya dua anak muda banyak duit belagu ya, akhirnya kita hajar ajalah, wong udah sampe sini juga. kami dapet harga $38 buat masuk River Safari plus Amazon Quest dan River Cruise. mau nambah lagi buat Singapore Zoo kok dompet udah megap megap, so River Safari it is.

Saturday, September 26, 2015

#159 mengenal Jakarta yang berbeda



apa sih yang lo - atau kita -  tahu soal Jakarta ?
selama hampir empat tahun tinggal di sini, yang gue tahu soal Jakarta masih generik banget. yang paling berkesan di sanubari sih tetep macetnya ya, yang terpaksa gue hadapi setiap hari. selain itu, Jakarta identik dengan event-event internasional dan fasilitas hedonisme yang merata di penjuru ibu kota.
obyek wisatanya gimana ? yang gue tau secimit banget. Ancol. Ragunan. Monas. dan teman temannya. destinasi yang mainstream banget ye emang, tapi at least gue pernah ke sana lah.
soal sejarahnya gimana ? setau gue, dulu bernama Sunda Kelapa, lalu jadi Jayakarta, lalu jadi Batavia, lalu jadi Jakarta sampe sekarang. udah gitu doang taunya. penduduknya etnis apa ? mbuuuuh. budayanya gimana ? nggak tauuuu. ngomong gih mbak sama jangkrik. krik.

beneran deh, entah karena saking hectic-nya tinggal di kota ini atau guenya yang males, gue sampe ga kepikiran lho buat cari tahu soal sejarah Jakarta. paling pol usaha gue ya maen ke museum museum, terutama di daerah kota. itupun cuman berakhir dengan nongkrong sambil minum es degan, hoahahaha.
padahal ye ngakunya mbak mbak penyuka sejarah dari SD sampe apal nama lengkapnya JP Coen dan timeline Agresi Militer Belanda. *lalu dilempar pake buku IPS SMP*

makanya pas tau bahwa ada event Travel n Blog yang memasukkan ahenda walking tour bareng Jakarta Good Guide, jiwa ini pun langsung terpanggil. pasti acaranya seru nih !! langsung cuss daftar dan join acaranya. Jakarta Good Guide sendiri adalah tour guide yang menginisiasi walking tour di Jakarta. udah ada beberapa rute, seperti Menteng dan Kota Tua, yang rata rata bertema sejarah.

di hari H (alias TODAY gaes ), setelah kami dibekali materi yang agak sesat tentang blog, berangkatlah kami laiknya anak SD study tour ke daerah Pasar Baru. yes, rute kami hari itu adalah Pasar Baru. kenapa Pasar Baru ? kita tanya Galileo karena rute ini adalah rute terbaru dari Jakarta Good Guide dan kita berkesempatan nyicipin rute yang masih 'anget' ini. asik banget yaaaa...

dipandu mas Canda Tawa dari Jakarta Good Guide, kami menyusuri jalan mulai dari Stasiun Juanda sampai Pasar Baru. kami melewati beberapa bangunan yang ternyata menyimpan sejarah, seperti Gedung Filateli, Galeri Antara dan Gereja Ayam. rata rata bangunan ini dibangun pada masa Belanda dan masih bertahan dengan kokoh sampe sekarang. mbangunnya pada pake semen apa sih ?
bangunan-bangunan ini juga sempat mengalami perubahan fungsi di jaman Jepang, seperti Gedung Kesenian Jakarta yang sempet jadi tempat mentas buat para seniman Indonesia yang nyindir Jepang. mirip sama Cak Durasim-nya Surabaya gitu deh. 
ga cuman bangunan-bangunan aja, kami juga diajak masuk ke Pasar Baru yang ternyata juga dipenuhi bangunan kuno, termasuk ke Gang Kelinci yang femes itu. bahkan sempet diajak masuk ke klenteng yang ada di gang kecil di Pasar Baru. ga nyangka banget di gang kecil itu ada klenteng.


kalo parkir ke hatimu, lewat mana mas ?

di akhir tur kami, kami melewati sebuah bangunan di pinggir jalan yang kelihatan kuno. sedihnya, bangunan ini kelihatan kumuh dan ga terawat. mas Canda pun cerita kalo ada banyak bangunan tua yang dibiarin hancur begitu saja alias ga diurusin sama pemerintah. kenapa ? karena bangunan tua itu biasanya milik swasta alias rakyat. jadi ya cuman bisa dianggurin gitu doang. sedih deh ah.

overall, gue suka banget sama walking tour beginian. selain memberi perspektif baru *HAZEG*, juga bikin kita belajar sejarah Jakarta. bahwa kota yang sering kita kutuk dan hina ini sebenernya kota yang penuh dengan sejarah. bukan hanya sejarah yang berkaitan dengan negara aja, tapi terutama yang berkaitan dengan masyarakat yang sampai sekarang masih menetap di sana. hayo, tau ga kalo dulu di Jakarta pernah ada transportasi air ? atau tau ga tempat Nyonya Meneer pertama kali berekspansi di Jakarta ? hal hal ini mungkin baru bisa kita ketahui setelah ikut walking tour ini.

dan sungkem kuhaturkan ke mas Canda yang pengetahuannya luas banget soal Jakarta dan asik diajak diskusi. nambah ilmu banget. mas Canda dulu makannya jurusannya apa sih ? kok tau aja ada tempat unik yang nyempil nyempil ?
udah gitu, sabarnya dese seluas lautan. nungguin kita poto poto sambil jajan, nyampein info dengan terstruktur, sampe jawab pertanyaan-pertanyaan absurd kami. ("mas, kalo Bakmi Aboen kenapa ga halal ? ada apanya sih ?" atau "mas, Sai Ba Ba beneran sakti ya ?"). sing sabar ya mas...

kamu terlihat lelah mas...

anyway, kata mas Canda, penataan kota tua paling keren itu ada di Melaka.
yukcusslah kita ke Melaka bersama sama !! *brb ngerampok bank*



*tulisan ini ditulis diketik sambil ngantuk dan pegel, demi memenuhi assignment dari Travel n Blog
*dear mas & mbak, kalian panitia apa asdos siiiih ? deadline-nya sama sama afgan !!

Tuesday, September 8, 2015

#158 singapore trip day 1 - pertama di Singapura

mamake, tekan singapur, mamake !!
pagi itu gue terbangun lebih dulu dari alarm hape. setelah melek dan liat jam, gue bertanya tanya, kok gue bangun pagi banget ya. jam 3 bok ! ada apakah gerangan ? setelah bengong, barulah gue sadar. yaamplooooop, akyu kan mau ke singapuuuuur...

langsung deh mandi, pasang jilbab, pake gincu, langsung cuss ke bandara...

setelah ketemu Ria di bandara, kami pun langsung masuk ke dalam, nyusul temen kami yang udah di dalem. tahapan cek bagasi dan check in pun dilalui dengan lancar. tahapan berikutnya adalah ngelewatin Imigrasi. masak gue deg degan coba, padahal ngelewatin imigrasi negara sendiri, zzzz. norak, norak deh.
setelah melewati mas imigrasi dan mas Air Asia yang herannya kok jutek jutek, kami pun ngumpul sama temen kami. karena terlalu excited, kami lupa cari sangu makan & minum. padahal kami bakal landing di Singapura jam 10.00. akhirnya kami keluar lagi dari waiting room dengan dijutekin bapak bapak imigrasi plus diancem paspor disita kalo kami kelamaan. bapak kurang piknik ya ? *kelitikin pake ulekan*

penerbangan berjalan lancar dan kami landing di Changi pas jam 10 pagi. karena judulnya nebeng, kami ikut aja kemana rombongan pergi. termasuk ke toilet. sebelumnya, nyak kikoy udah bilang kalo di beberapa toilat di Sinjiapo ini toilet kering, alias ga ada airnya. meski gitu, gue tetep mikir kalo di bandara harusnya berair dong ya. tapi ternyata, nggak ada malih !! zzzzz momen banget lah pas sadar. sembah sujudku padamu, tisu basah dan botol air, yang memudahkan urusan toilet kami selama di Singapura ini *kecup*

kelar ke toilet, kami masih harus antri buat keluar imigrasi Singapore. antri sekitar sepuluh menit, gue dipanggil ke konter yang dijaga mbak mbak bernama A**sa Yusof (nama sebenarnya). dese tanya tanya sedikit soal tujuan gue ke Singapore, yang gue jawab dengan cermat; sebelum akhirnya dia mencap paspor gue dengan mantap. finally, keperawanan paspor gue hilang sudah, horeeeee... *abaikan*
disambut singa kece ini di Changi

Wednesday, September 2, 2015

#157 singapore trip - prolog

mau nulis apa sih pake prolog segala :))))


jadi ceritanya, gue abis (sok) jalan jalan ke sinjiapo. masih gres banget nih, sampe masih bau pesawat *halah*. gue jalan bareng Ria, temen SMA yang lebih beken dengan panggilan shinbe (or simbek, pardon our Javanese tongue). kok bisa sih kita ucluk ucluk main ke Singapore ? begini ceritanya...

*angin berhembus, bau menyan pun tercium*

dulu, dulu banget di tahun 2009, gue sama Ria pernah berangan-angan main ke Vietnam. pokoke dulu niat banget lah. udah browsing jadwal pesawat, browsing attraction yang mau dikunjungi, pokok e wis oke banget. tapi namanya ya anak kuliah kan ya, kendala utama kami jelas ada di dompet. wong buat beli diskonan matahari aja seret sis, apalagi pesawat pp.

lambat laun, rencana ini pun kalah sama rencana lain. sampai akhirnya kami pun kepisah karena gue lulus dan Ria kuliah lagi. pikiran jalan jalan yang waktu itu beneran kami niatin pun terlupakan.

sampai akhirnya, ternyata Ria kerja di Jakarta juga. alhasil, kami pun jadi sering ketemu dan ngobrol, sampe akhirnya tercetuslah ide jalan jalan bareng. kebetulan, salah satu temennya Ria - yang akik juga kenal -  berencana ke Singapura, dan out of nowhere, kami pun memutuskan gabung ke rombongannya. mumpung ada temennya sis.



setelah ngobrol agak serius *halah*, langsung lah rencana ini dieksekusi. langkah pertama tentu saja : bikin paspor. jika harus drama, maka dramalah, wahai Dirjen Imigrasi.
Ria sukses bikin paspor di Solo, sementara gue bikin di Kanim Jakarta Selatan yang surprisingly petugasnya ganteng ganteng. setelah drama online yang susah diakses dan kelupaan ngeprint data buat dibawa ke Imigrasi, akhirnya sukses juga gue memegang paspor ijo gelap tersebut. mamake, aku punya paspor mamake !!

langkah kedua adalah cari tiket pesawat. honestly speaking, pas kami pergi itu harganya kok ya pas mahal. tapi karena sifatnya kita ngikut rombongan yang udah ada, let it be lah. ternyata, temen kami ini mau ke SG nya 2 hari ajah, sabtu-minggu. jiwa nggak mau rugi kami pun membuncah dong. wong udah jauh jauh sampe negeri sebrang kok 2 hari doang. akhirnya kami sepakat extend 1 hari, jadi total 3 hari.
setelah tiket pesawat beres, kami pun cari hotel. lagi lagi karena ngikut temen, akhirnya hotel si temen ini yang jadi patokan. akhirnya kami memutuskan buat nginep di Pillow Talk Hostel. pertimbangan utama : harganya murah dan deket sama hotel temen. plus review-nya bagus bagus. so, cusslah booking 2 malem di situ.

langkah ketiga adalah browsing sampe bego, hahaha. so, honestly speaking, sebenernya gue ga terlalu tertarik pergi ke Singapura. atau lebih tepatnya, nggak terlalu excited buat pergi ke sana. kenapa ? kayaknya kok begitu begitu aja. dan komentar mereka mereka yang pernah kesana pun sama : bersih dan rapi. wis gitu thok. ndak pariatip. udah gitu kok kayaknya ndak ada tempat wisata yang menarik hati dan bikin penasaran.
sampe akhirnya gue baca blognya mba Lei. mba Lei ini pernah tinggal di Singapura sebentar, sampe ada satu kategori sendiri di blognya yang cerita soal Singapura. hati ini pun mulai tertambat ke Singapura dan mulai browsing-browsing tempat wisata heits disana.
selain tempat wisata, yang paling gue ubek ubek adalah peta MRT nya. konon, MRT-nya Singapura ini keren banget dan merupakan transportasi utama di sana. kemungkinan besar pun kami bakal make MRT kemana-mana. jadi hukumnya wajib ain ngapalin stasiun dan jalur-jalurnya. saking niatnya, gue sampe bikin semacam print-print-an how to go, lengkap dengan harga tiket dll. singapur doang lho siiiiisss...

langkah selanjutnya ? ngajuin cuti !! hahaha. jadi ceritanya, di kantor gue lagi ada perubahan struktur, bahkan sampai level direktur. job desc pun pada shifting. gue dapet bos baru yang sebenernya lumayan enak. cuman kan ini perginya pas closing, maliiiiih. dikasih approve ga nih gue ? Alhamdulillah, setelah lembur 4 hari berturut turut, akhirnya cuti pun approved !! horeeee...

dengan di approve-nya cuti di H-8 jam, it's official, we're going to Singapore !!
Merlion, tunggu aku yaaaaaa... *lari lari manja ke bandara*



Friday, July 24, 2015

#154 reading on road


gaaaaesss... udah pada balik merantau belom gaaaaaesss ? apa udah terpaksa nyangkut di kantor kayak gue ? hahaha. ya sudah dinikmati sajalah ya. Alhamdulillah masih ngerasain suka dukanya mudik meskipun tiketnya mahal benjet.

salah satu hal yang diem diem gue sebelin dari mudik adalah packing. lho, bedanya sama packing hayan hayan biasa apa ? kalo packing biasa kan baju bisa semau kita. kaos oblong, celana kolor, sampe jilbab sosor juga hayuk aja. beda cerita sama packing mau mudik dalam rangka Lebaran. pemilihan baju harus disesuaikan sama acara halal bihalal di kampuang. harus pantas tanpa terkesan too much. dan harus terlihat paripurna, biar yang mau tanya tanya rese langsung jiper duluan, hoahahaha.

selain ribet urusan baju, ada satu hal lagi yang selalu bikin gue galau kalau lagi packing. galau kok kebiasaan. tak lain tak bukan adalah bacaan. jadi ya, gue punya kebiasaan kemana mana bawa buku, at least komik lah. kenapa ? buat antisipasi biar ga mati gaya kalo misalnya pas pergi kita terpaksa nunggu. nunggu temen, dokter atau jodoh customer. juga buat ngurangin pemakaian hape sih. kalo tiap nunggu kita liat hape, baterai cepet abis dong ya. plus mata perih. kebiasaan ini pun kebawa pas gue mau pergi agak jauh. rasanya ada yang kurang tanpa kamu bawa buku.

Sunday, June 7, 2015

#151 10 cara senang senang di sabang


apa yang terbayang saat kata 'Sabang' disebut ? Sabang, yang sering disebut di lagu 'Dari Sabang sampai Merauke', adalah satu kota yang ada di Aceh. kota ini kota paling barat Indonesia, terletak di barat pulau Sumatera. titik terluar Indonesia sendiri ada di Pulau Rondo, yang secara administratif masih masuk wilayah Sabang.

terus, apa bedanya Pulau Weh sama Sabang ? Sabang terdiri dari beberapa pulau, yang terbesar adalah Pulau Weh dan otomatis hampir semua kegiatan terpusat di sini, sementara yang lain adalah pulau pulau cilik menthik. makanya, orang sering menyebut Sabang adalah Weh dan Weh adalah Sabang. udah kayak slogan Musketeers ga sih sis ? one for all, all for one. *acungin pedang*

akhir akhir ini, Sabang jadi famous sebagai salah satu tujuan wisata. selain main air, di sana konon juga terkenal sama makanannya yang endeus. jiwa ini pun rasanya langsung terpanggil. langsung cuss deh book trip ke TO idola kita semua, ibupenyu. (I recommend her dengan sepenuh jiwa ragaku. main bareng mba Vindhya mah ga berasa liburan sama TO, tapi kayak main sama temen. nyantai dan senang !!). setelah kedramaan gara gara Lion, akhirnya rombongan kami pun sampai di Sabang dan senang senang sampai pulang dengan selamat dan hati yang gembira.

jadi bisa ngapain aja di Sabang ? let's cekidot !! *ketauan banget angkatannya*

Saturday, May 30, 2015

#150 honeymoon (yang belom kesampean)


another distraksi, hoahahaha, maap ya. padahal udah janji mau cerita Surabaya, tapi yastralah yaaaa...

jadi ceritanya, kemaren akika abis dari Jogja buat nostalgia cinta pertama nonton konser. rencana ke Jogja ini udah ditelurkan dari akhir tahun lalu, bersamaan sama pengumuman konsernya. waktu itu, suami akika masih jamannya ikut Bintalsik (bina mental biar asik), jadi gue pun ga bisa ngabarin doski. pas Bintalsik-nya selesai, udah lupaaa deh sama rencana ke Jogja. wong masih lama juga. baru sempet ngomong sebulan sebelumnya. doski mah iya iya aja.

sampe pas 2 minggu sebelum berangkat, tanpa diduga, tanpa disangka, laki gue minta ikut. daripada bengong di kos sendirian katanya. meskipun setelah ditimbang-timbang, doski akhirnya ga jadi ikut (lalu dilempar gelas sama pembaca), aku pun jadi kepikiran.

bok, gue belom honeymoon-an ya ? *disembur air jahe*

Tuesday, May 12, 2015

#149 - Anti Nglangut di Museum Angkut

tuan, nyonya dan motor motornya.
princess tuh emang gampang banget terdistraksi ya, zzzz. ya maklum deh, banyak acara *halah*. so, mari kita lanjutkan cerita melancong (gusti bahasaku...) ke Malang kemaren. yuk cuss...

Thursday, April 30, 2015

#148 The Art of Doing Nothing



apa sih yang sebenernya kita cari pas liburan ? apa sih yang memotivasi kita buat pergi ke sebuah tempat baru di antah berantah ? apa sih yang membuat kita rela naik kapal kayu selama 4 jam atau ngesot ngesot di bandara karena flight nya delay ?
 
pertanyaan pertanyaan itu menggaung di saat perjalanan pulang Banda Aceh - Jakarta. setelah main bareng Ibu Penyu ke Takabonerate di bulan November kemaren, dengan setengah impulsive akika book satu seat untuk ke Sabang, Aceh di bulan April 2015. ngabarin kanan kiri, siapa tau ada yang mau ikut, karena pas book seat masih ada sisa 5 orang. akhirnya, ini jadi perjalanan pertama ngikut open trip sendirian, cuman kenal sama mbak Penyu nya aja.
 
dari awal, trip ini udah penuh drama. selain pengunduran jadwal flight (yang menyebabkan perubahan drastis itinerary), anggota gerombolan tukik pun berubah karena ada yang cancel karena mau operasi. tapi buat yours truly here, ada satu drama yang memainkan peranan penting. apalagi kalo bukan drama menstruasi. *suara jangkrik*
 
jiwa ini langsung bete ketika nyadar bahwa jadwal tripnya ternyata barengan sama jadwal tamu bulanan. males banget bayangin ribetnya. tadinya masih pede, karena badan akika ini suka nelat. mundur 3 hari sampe semingguan lah. tapi kok feeling makin ga enak, jadi ya sudahlah. pembalut dan tetek bengek lain pun masuk carrier. tak lupa berbagai macam doa dipanjatkan biar dapetnya ntar aja, pas tripnya kelar. apalagi kan rencananya mau ikut intro dive.
 
the trip went well, meskipun kok ya pas snorkeling pas ombak dan anginnya kenceuuung. ditambah, di malam kedua pun perut mulai mules mules khas mau dapet. dan betapa lemesnya ketika beneran datang bulan di hari ketiga trip. kok ya kalian tepat waktu amat sih laaaan... efeknya, akika pun jadi mager tingkat berat. mau gerak aja males, apalagi mau ikut intro dive, manalah diri ini sangguuuuup...
 
akhirnya, di hari ketiga pun akika cuman bisa cengo, ga ngerti mau ngapain. kebetulan, jadwalnya memang setengah hari acara bebas. sementara gerombolan yang lain pada intro dive dan snorkeling, akika cuman bisa leyeh leyeh di dermaga depan penginapan atau bobok bobok di hammock depan kamar. jiwa ini masih belom bisa terima kalo nggak bisa snorkeling lagi atau ikut intro dive.
 
kegeloan ini masih sedikit mengikuti pas city tour dan mempengaruhi keseluruhan mood selama sisa trip. pikiran 'harusnya aku bisa snorkeling' atau 'harusnya aku bisa intro dive' terus berdatangan. pokoknya jadi kepikiran 'sayang banget uda sampe sini tapi ada yang kelewatan'. untungnya, kegeloan ini sedikit terobati karena gerombolan kali ini multi usia banget !! ketawa ketawa melulu deh sepanjang jalan.
 
sepanjang jalan, banyak ngobrol sama mba Vindhya, sang Ibu Penyu. mba Vindhya banyak cerita soal pengalamannya bawa orang ngetrip. sampe tiba tiba dia bilang, "orang Indonesia itu paling ga bisa kalo pas ngetrip dapet acara bebas". kening pun berkerut. "maksudnya gimana mbak ?".
"ya gitu. orang Indonesia kebanyakan sudah terbiasa dengan ritme hidup yang teratur. berangkat jam segini, pulang jam segini. makanya pas ada waktu bebas, mereka justru bingung sendiri mau ngapain. padahal namanya acara bebas, ya terserah. mau tidur sampe siang, mau renang, mau jalan jalan, ya terserah. kita udah terlalu terbiasa sama rutinitas. udah gitu, ada mindset bahwa kalo lo pergi ke sebuah tempat, lo harus bisa ngerasain SEMUA yang ada di situ. padahal kalo lo ga nikmatin, ya buat apa ?"
 
langsung berasa disambar petir ga sih sis ? langsung keinget sama kebetean pas dapet dan terpaksa cuman bisa leyeh leyeh. kenapa akika bete ? karena ga bisa intro dive atau snorkeling. kenapa ga bisa ? karena lagi dapet. akhirnya ngapain ? leyeh leyeh doang. doang ? DOANG ?
 
seus, bukannya liburan itu emang enaknya karena kita bisa leyeh leyeh ya ? ih sungguh aku baru sadar sendiri kalo diri ini masuk ke mayoritas orang Indonesia yang bingung dikasih waktu bebas. dikasih kesempatan leyeh leyeh, malah bete. padahal, bukannya waktu bebas itu yang mahal ? sampe dibela belain cuti dan pergi jauh. sungguh, aku langsung merenung di dalam taksi. *halah*
 
memang, leyeh leyeh or doing nothing itu kesannya buang buang waktu banget. udah sampe destinasi impian, kok malah diem diem aja. padahal ada banyak hal seru di luar sana. belum tentu kan bisa ke sana lagi.
but then, mba Vindhya bilang, "akan selalu ada hal baru kalo soal destinasi wisata. daripada memaksakan diri bisa dateng ke semua tempat, mending berdoa aja semoga bisa dateng lagi dan nyoba hal baru. sementara itu, nikmati yang bisa kita kunjungi dan lakukan sekarang".
 
ih mba Vindhya keren amaaat, mau foto bareng plus tanda tangan doooong *eh*
jadilah sepanjang perjalanan pulang itu terngiang-ngiang lagi. sebenernya buat apa sih kita kita liburan ? buat pengalaman ? pengalaman yang gimana ? buat refreshing ? refreshing dari apa ? ato buat 'sekedar pernah' dan foto foto aja ? fotonya bagus ga ? ih aku jadi pusing sendiri.
 
anyway, siapalah diri ini ngomongin beginian sementara di luar sana ada banyak yang sudah makan asam garam dunia jalan jalan. but then, that quote is true.

 


smell you later, people !!

Monday, April 20, 2015

#146 Malang Trip - Menjajal Jatim Park 2

sekali sekali boleh ya mukanya hendri (-___-")
cerita bermula dari seorang temen yang dengan iseng (apa malah baik hati ya) memutuskan nikah di tanggal 3 April di Surabaya, deket deket sama long weekend. karena kangen berat sama ondomohen, akhirnya berkonspirasilah akika sama suami buat dateng ke nikahan temen tersebut plus liburan ke Surabaya. eh kok ndelalah dua anggota Bidadaries, simbok + blorong, memutuskan buat ikut. jadi cuss lah kita berempat liburan ke Surabaya.
 
dari awal, suami uda ngusulin buat sewa mobil, biar lebih gampang keliling Surabaya. tapi namanya jiwa lagi kesambet, kok ya muncul ide berjudul Malang Trip. berdasarkan pemikiran bahwa eman eman 2 hari di Surabaya doang, maka sepakatlah kami buat main main sekalian ke Malang. tapi karena di Malang cuman sehari semalem, maka cuman beberapa obyek aja yang bisa dikunjungi. setelah proses seleksi berkas dan psikotes yang penuh eyel-eyelan, akhirnya diputuskan bahwa kami cuman ke dua obyek di Batu aja : Jatim Park 2 & Museum Angkut. obyek lain nanti aja, kalo misal waktunya cukup. #dipikirkarondodok
 
akhirnya, di hari Jumat yang cerah dan barokah, landing-lah tiga ekor bidadari khayangan di Juanda. setelah ribet beli Beard Papa (yang enak banget !!), naiklah kami ke kereta kencana yang disetir suami akika. tidak lupa sepanjang jalan doa dipanjatkan, biar kami selamat... dan jalanan ga macet !! karena katanya jalanan ke Batu di long weekend itu uda kayak jalanan mau ke Puncak. kenapa ya tiap liburan pengennya main ke tempat dingin dingin ? *naikin alis*
 
gerombolan si berat menuju Malang !!
singkat cerita, setelah macet di beberapa titik dan drama mobil depan mogok, sampailah kami di daerah Batu. lalu bingung, kita ke Jatim Park 2 dulu apa Museum Angkut dulu ? tempatnya ga terlalu jauh juga. karena menurut info internet Museum Angkut tutup jam 8, akhirnya kami cuss ke Jatim Park 2 dulu. Jatim Park 2 ini merupakan adik dari Jatim Park 1. bedanya, di Jatim Park 2 ini isinya hewan hewan semua !! ada dua obyek utama dari Jatim Park 2 : Museum Satwa & Batu Secret Zoo. masih ada Eco Park sih, tapi karena waktunya mepet, kami cuman ke dua obyek itu aja pake tiket terusan.
 
di gate Jatim Park 2, kami disambut flamingo flamingo segede gaban yang ceria. setelah parkir dan ke toilet, berjalanlah kami ke kompleks Jatim Park 2. ada tiga bangunan gede menanti kami : Batu Secret Zoo di sebelah kanan, Pohon Inn di tengah dan Museum Satwa di sebelah kiri. sambil nunggu suami jumatan, bidadaries pun akhirnya poto poto (dan beli topi) dulu. btw, Pohon Inn ini hotel yang berbentuk pohon raksasa dan ceritanya ada di tengah hutan. jadi interiornya juga berbau satwa, semacam selimut loreng macan, sofa motif macan tutul, bahkan di beberapa kamar ada poster binatangnya !! ya agak males juga ya bangun bobok liat foto kuda nil (-___-")
 
 
ceritanya ini akar akar pohon ya gaes...
 
 
 
setelah pasukan kumpul, cuss lah kami ke Museum Satwa (MS). di pintu masuk, kami disambut fosil dinosaurus yang geda banget (meskipun suami langsung mbisikin, 'ga mungkin asli itu') dan diorama hewan hewan Afrika. jadi di MS ini dibagi per section, ada bagian serangga, ikan, juga mamalia. serunya, para hewan ini dibikin diorama kayak aslinya. jadi bukannya berpose biasa aja, si hewan dibikin berpose macem macem, seperti ngejar mangsa atau bikin sarang. oh iya, di MS ini banyak display interaktif, kayak display hiu yang dikasih kesan di air, atau banyak fakta tentang hewan yang dipajang di dinding. sebenernya, banyak spot foto lucu di MS, tapi sayangnya, seperti kebanyakan museum, pencahayaannya ga ciamik alias remang remang piye gitu.
 
 
ini contoh dioramanya. yang belakang ya, bukan yang depan :p
winter vacation versi remang remang
diorama yang mukanya paling malesin...
kelar di MS, perut uda mulai laper. karena kok kayaknya ngga ada tukang bakwan malang, kami memutuskan makan di restoran Pohon Inn. udah cuek aja kalo misalnya mahal. ternyata, makanannya murah lho. ga sampe 50 ribu deh per orang. yang seru, restoran ini berbatasan sama kandang leopard, cheetah & macan tutul. ditambah, lantai restorannya ternyata berputar, jadi kita bisa makan sambil nonton hewan hewan itu. interior restorannya juga keren, ada banyak replika binatang yang dipajang buat memberi kesan di hutan. meski agak serem juga ya bok, ngambil makan di gubukan, eh di atasnya ada anakonda (-___-").
 
interior Pohon Inn Restaurant. jungle book banget ga sih siiiis...
setelah isi perut, masuklah kami ke Batu Secret Zoo (BSZ). di salah satu artikel internet, si BSZ ini bahkan dibandingin sama Singapore Zoo dan katanya lebih keren dari Taman Safari. makin penasaran doooong, apalagi pecinta binatang kayak eike. *masuk BSZ sambil rangkulan sama Simba*.
 
megah banget ya cyiiiin...
di pintu masuk, kami disambut sama... tikus air !! gusti, kenapa sih makhluk yang gedenya dua kalinya tikus rumahan itu dipajang di depan ? sungguh zzz. di BSZ ini, ada jalur yang membawa kita melihat hewan hewan. kontur tempatnya turun naik, karena kadang ada kandang binatang A di atas, terus pas di bawahnya ada kandang binatang B. ada juga beberapa binatang (beda spesies ye) ditaruh di kandang yang sama, karena mereka ga saling ganggu. sama kayak di MS, di BSZ juga dibagi bagi beberapa section, seperti Aquarium buat ikan ikan dan Reptile Garden buat reptilia. di tiap kandang juga disediakan informasi soal hewan di kandang tersebut, seperti habitat, nama latin, dll.
 
ketemu King Julien !! *nari bokong bareng*
track di BSZ yang unyu dan sejuk.
berang berang yang sekandang sama bebek. tetap rukun dan ikrib.
di beberapa tempat, ada binatang yang stand by buat diajak foto dan kita boleh ngasih seikhlasnya. sayang kemaren pas kesana ga ada yang menarik hati buat diajak foto. *maafkan aku, binturong !!*. selain foto, untuk beberapa binatang juga ada atraksi ngasih makan, tapi karena kami datengnya pas jam nanggung, maka ga sempet juga liat itu hewan hewan makan. sama kayak MS, di BSZ ada banyak tempat yang emang sengaja di set buat foto foto dan juga gimmick gimmick lucu, kayak kuis tebak mata binatang atau binatang terberat.
 
aku juga ga tau tujuan poto ini apa... zzzz...
ini maksudnya sok sokan di bawah laut gitu ya cyin, meskipun modelnya kok ya hendri (-___-")
setelah zoo, di belakang ternyata ada semacam taman bermain gitu. beberapa atraksi hewan BSZ seperti safari atau atraksi singa laut, juga ada di sini. ada juga istana boneka -  istana bonekaan (yang sebentar banget dan krik luar biasa karena narasi sama bonekanya ga nyambung). ada juga uji ketangkasan ala ala pasar malem. kebetulan, ngepasin rombongan bidadaries, ternyata lagi ada anak sekolah study tour. jadinya ruame banget deh itu BSZ. sebelnya, kami jadi harus rebutan kalo mau naik atraksi. ditambah lagi, ujan rintik rintik pun membuyarkan mood kami dan kami pilih udahan main di BSZ nya. umur emang ga boong ye. *saking malesnya sampe foto foto pun ogah, hwahahaha*
 
in short, Jatim Park 2 ini a must visit place banget kalo lagi main ke Malang. apalagi kalo ada anak / adek / ponakan yang masih kecil, pasti seneng diajakin ke sini. kalopun ga ngajakin anak kecil, pasti lumayan hepi foto foto kok di sini. tadinya sempet sedih juga ga sempet ke Jatim Park 1, tapi untungnya suami janji surga kalo next time bakal ke JP 1.
 
 
next destination : Museum Angkut !!

Tuesday, February 17, 2015

#141 memahami perubahan



terkadang, kita begitu mencintai sesuatu dan berpikir kita sudah tahu segalanya tentangnya, tanpa pernah berpikir bahwa dia, seperti semua objek di dunia, adalah bagian dinamis dari semesta. dengan kata lain, dia mungkin dan pasti akan berubah.
 
begitu pula dengan jogja.
 
cinta ndoro pada kota ini dimulai di detik pertama ndoro menginjakkan kaki untuk melanjutkan sekolah. stasiun Lempuyangan yang ramai anak kuliah, jalanan yang dipadati pesepeda dan pak becak, juga kampus yang berdiri megah berlatarkan Gunung Merapi. sedikit yang ndoro tahu, bahwa cinta itu akan terus ada, bahkan setelah kaki ndoro yang mulus ini sudah tidak lagi menginjak tanahnya.

hello, Merapi :3
sejujurnya, Jogja bukan kota utama tujuan utama ndoro kuliah. targetnya saat itu sungguh ngawu ngawu dan muluk : Jakarta, Bandung atau Surabaya. tapi karena titah Baginda Raja dan Ratu, pilihan terbatas di Jawa Tengah saja. hamdalah, ndoro pun diterima di kampus tertua di Indonesia untuk jurusan Manajemen. jurusan yang dipilih karena keliatannya keren favorit, tanpa tau lebih detil.
 
perkuliahan pun dimulai. mimpi mulai digantung tinggi tinggi. buku buku tebal dan fotokopi slide pun jadi teman sehari hari. bête dan sebel karena kuis dapat jelek, atau bahagia karena bisa sekelompok sama mas mas paling ganteng sekampus. tapi kegiatan favorit masih sama, nongkrong ga jelas di kampus teknik, lalu ngobrol random sama mas mas yang kebetulan ada di sana. siapa tahu ketemu gebetan.
 
di luar itu semua, tempat yang paling berkesan tentu saja stasiun. Lempuyangan & Tugu. stasiun yang selalu disambangi tiap akhir minggu dan didatangi di awal minggu. loh apa bedanya Lempuyangan sama Tugu ? Lempuyangan adalah stasiun tujuan akhir Jogja buat kereta kereta ekonomi dan bisnis (Senja & Fajar family); sementara Tugu untuk kereta eksekutif (Argo family). buat kalangan mahasiswa sih biasanya lebih familiar sama Lempuyangan. selain karena mahasiswa kan biasanya naik kereta ekonomi atau bisnis, juga karena di Lempuyangan ini ada penitipan motor yang murah. cukup Rp 5,000 buat weekend. sementara di Tugu, semalem bisa Rp 10,000 cyin. kalo di hatimu, berapa mas ?

Lempuyangan, kini.
sebagai mahasiswa rantau nanggung (merantau dari Solo), tentu saja alat transportasi utamanya adalah si kereta second dari Yapon, Prameks. nggak banyak orang yang tahu, naik Prameks ini ada tips and triknya. seperti, ngikut Prameks dari Lempuyangan ke Tugu, sebelum si kereta balik ke Solo. tujuannya ? biar dapet tempat duduk, karena emang biasanya pas weekend rame banget. atau perkiraan keberangkatan yang biasanya telat 5 menit dari jadwal yang dipasang di stasiun.

pokoknya, uda fasih banget lah naik Prameks ini. biasanya sih, nyampe stasiun kurang 5 menit dari jadwal, langsung beli tiket on the spot, beli minum... dan voila. sukses naik Prameks tanpa banyak drama. meskipun si jadwal ini ga istiqomah dan beberapa kali diganti, tapi behaviournya masih tetep tuh. and I thought it will always stay the same.

tapi ternyata... aku salah...

setelah kerja, udah jarang banget balik Jogja. setahun sekali lah paling. itupun biasanya dijemput mobil kantor (kalo tugas negara) atau dijemput simbah. dari Jogja ke Solo pun lebih suka naik bis dari Janti, soalnya lebih deket dari kantor Jogja dan rumahnya simbah. nah, kebetulan, di trip kemaren, ndoro harus bolak balik Jogja - Solo - Klaten. niat utama tripnya sebenernya adalah nengokin anaknya Mair dan ngopi film sowan ke Simbah. tapi karena ndoro Ratu minta ditengok, akhirnya mampir jugalah ndoro ke Solo.

rutenya jadi gini
Jakarta - Jogja - Klaten - Jogja - Bantul - Jogja - Solo - Jogja - Jakarta

ribet ya ? emang !! badan pun sampe remuk tak berbentuk. nah, tentu saja dong alat transportasi yang paling diandalkan adalah si Prameks. dengan gampangnya, ndoro berpikir, 'ah, cincai lah naik Prameks. paling masih sama kayak dulu, jadwalnya doang yang maju mundur'. tanpa pikir panjang, ndoro pun bersenang senang di Jogja. lalu, prahara pun melanda.

seperti biasa, Simbah pun ngedrop ndoro di stasiun Lempuyangan jam 4. sebelumnya ndoro uda cek jadwal dan ada kereta jam 4.30 sore. dengan riang gembira ndoro melangkah ke penjual tiket.

"ke Solo satu mas"
"adanya jam 6 mbak, gimana ?"
"hah ? di jadwal ada jam setengah lima kok"
"iya mbak, tapi tiketnya habis, adanya yang jam 6"
"habis ?" *mbatin, gimana cara tiket prameks bisa habis*

karena ndoro tetep ngotot buat beli tiket jam 4.30, dan si mas tetep ngotot tiketnya abis, ributlah kami di loket. sampe disamperin sekuriti segala saking hebohnya. si bapak pun menjelaskan, bahwa sekarang tiket Prameks diberlakukan sistem kuota per stasiun. jadi sepanjang perjalanan Prameks itu kan ada beberapa stasiun singgahnya. nah, jumlah tiket pun dibagi bagi ke tiap stasiun ini. jumlah tiket pun sekarang dibatasi, biar ga penuh penuh amat. ndoro pun cuman bisa melongo sambil pisah pisuh. tau gini kan pas cek jadwal sekalian beli tiket ndoroooooo (T___T)

jadwal yang ga istiqomah
terus ndoro pulangnya gimana dong ? untung ada bapak bapak baik hati yang nawarin naik taksi (yang jebulnya omprengan) ke Terminal Giwangan, buat naik bis jurusan Solo. sepanjang jalan si bapak cerita bahwa selain kereta, angkutan umum yang lain juga udah mulai hilang dari Jogja. bis kota pun udah tinggal 3 jalur katanya. "sekarang yang megang ojek sama taksi mbak". jadi, sekarang memang harus punya kendaraan sendiri kalo di Jogja.

usut punya usut, bukan hanya masalah transportasi aja yang berubah. malah transportasi ini bisa jadi kena imbasnya masalah yg lebih dulu muncul; yaitu bertambahnya pembangunan hotel + apartemen di Jogja. konon, di 2014 aja ada 60 hotel dan apartemen baru !! bertambahnya hotel, berarti wisatawan juga bertambah dong. nah, jarang jarang kan kalo turis gitu naik bis umum. pasti pilih sewa taksi ato carter mobil.

dan yang penting, yang paling kena imbasnya ya masyarakat Jogja. air tanah jadi hilang dan katanya Jogja jadi tambah semrawut dan sumpek. tapi di sisi lain, bertambahnya hotel dan apartemen ini jadi rejeki buat beberapa orang. seperti tukang becak yang biasanya mangkal di deket hotel. atau penyedia jasa tour guide yang kebanjiran order.

apapun itu, harus diakui, Jogja yang sekarang, sudah bukan Jogja yang pernah ndoro tinggali. mungkin semua yang dikangeni dari Jogja, sudah nggak bisa lagi didatangi saat ini, karena meskipun obyeknya sama, manusia yang melingkupinya pun sudah berubah. warung burjo di jalan Kaliurang mungkin sudah mulai digantikan dengan kafe dan coffee shop. karena mahasiswa sekarang mungkin sudah tidak suka warung burjo. karena coffee shop sudah dilabeli dan diberi gengsi, mungkin.

burjo baru di daerah kalimalang. we miss you, sangkuriang !!
perubahan Jogja terjadi karena manusia di dalamnya pun berubah. berubah nilainya, berubah inginnya, berubah rasa nyamannya. dan manusia selalu berusaha membuat alam mengikuti perubahannya. tanpa sadar bahwa arti adaptasi adalah manusia yang menyesuaikan dirinya dengan alam, bukan sebaliknya. semoga nantinya masih ada yang akan mengadaptasi Jogja, bukan meminta Jogja mengadaptasinya.

karena memang hidup itu berputar. karena hidup itu berubah. dan manusia, seharusnya menjadi perubahan, ke arah yang lebih baik.



smell you later, people !!

Tuesday, October 21, 2014

#131 Pahawang Trip (part 3)

the infamous pose nunjuk cecak
rencananya, di malam kami nginep di Ketapang itu, bakal ada ikan bakar party. kan seru tuh ya, di pinggir pantai, bikin api unggun, terus nari nari ala India bakar ikan. iklan Silverqueen banget ga siiihhh...

tapi memang kenyataan tak selalu seindah mimpi sih ya. gara gara kamar mandi di homestay cuman sebiji dan pompanya galau, akhirnya menjelang isya baru beres deh acara mandinya. dan ternyata ikannya belum dibeli *lempar gelas aqua*. daripada makin zonk, ndoro dan kanjeng pun dituntun sama pangeran dugong buat ngicipin jajanan aneh di Ketapang. mulai dari cilok kuah pempek, pop es dawet, sampe cemilan telur.

abis njajan, langsunglah kami tepar setelah sebelumnya dijanjiin bakal diajakin ke pulau berbatu kayak belitung.

menjelang subuh, Reza yang emang pernah nyantri di pesantren kilat, mbangunin kami buat subuhan daaan... nungguin sunrise. kami pun nongkrong di deket pelabuhan sambil nyemil madurasa + tolak angin. tak lupa bercengkrama layaknya anak muda di coffee shop ternama. ga berapa lama, mulai deh muncul semburat oranye cantik, diikuti bola oranye yang pelan pelan naik ke atas.



terus ada yang prewed dadakan gitu deh...
oh iya, di sekitaran pelabuhan ini berenang renang banyak ikan kecil, semacam ikan teri gitu. tapi lucunya, mereka bisa lompat lompat.

ikan lucu yang bisa lompat lompat
pas mau balik ke homestay, ketemulah kami sama rombongan. ternyata kita mau langsung ke Pulau Maitem. langsung lah kami cuss naek kapal di sana. anyway, kapal di sini namanya lumayan lawak lhoh. mulai dari Spongebob sampe Ben Ten. ga ada yang Sailormoon nih pak ?

karamba yang banyak kami temu di sepanjang jalan ke Maitem.
ga berapa lama, kami pun sampe di Maitem. pulau ini punya mercusuar yang tinggi banget dan ada penjaganya. bahkan di pulau ini pun ada rumah dinas punya Kementrian Perhubungan. seperti di pulau lain di sekitaran Pahawang, laut di sekitarnya lumayan jernih dan ada terumbu karangnya. loh, katanya mirip Belitung mas ? eternyata kami harus trekking (halah) dulu selama 10 menit sebelum sampe ke mercusuar dan batu batu karangnya.

ebegitu nyampe... loh kok beda dari bayangan ? mercusuarnya bukan yang dari beton terus tinggi kayak di film film bajak laut, tapi cuman rangka baja yang berbentuk kayak menara Eiffel. dan batu batu itemnya juga ternyata minimalis, alias ga seheboh kayak di Belitung. KW 1 nya pun enggak. etapi sekali lagi, eman eman dong ya kalo njuk terus manyun. selama masih bisa poto poto, Aida we will survive kok.

mumet ra sih ?
pemandangan sarapan
gitar mana gitar ?
batu batu cantik Maitem
kanjeng + pangeran.
kebebasan semu para cungpret
kelar dari Maitem, langsunglah kami beres beres buat balik ke Jakarta. pake mandi dulu ga ? enggak doooong... praktis ama jorok emang beda tipis ya. tapi karena kebayang sepanjang perjalanan bakal gerah banget, akhirnya dibela belain basuh basuh badan dikit pake sabun. abis itu, cuss lah kita naik mobil menuju Bakaheuni.

di tengah jalan, kami sempat mampir di toko oleh oleh. tapi kok kayaknya mainstream amat ya bawa kripik dari Lampung. akhirnya ndoro cuman beli sambel (buat diri sendiri) sama es cincau yang endeus banget. sambel ini lumayan enak lho, seger dan pas banget buat campuran apapun. singkat cerita, sampailah kami di Bakaheuni. karena udah kebayang bakal sumpek sumpekan lagi di ferry, akhirnya kami sholat dan cuci muka dulu (plus beli es teh sama cemilan) biar agak segeran.
kartu pass, buat dikoleksi.
eh namanya rejeki anak sholeh ya, ferry yang kami naiki pas pulang ini ternyata beda sama yang waktu berangkat. ferry-nya gede, bersih dan ber-AC !! konon ferry bernama Raja Rakata ini second hand punyanya Yapon (abis prameks, akhirnya ferry). yang paling bikin girang, ternyata di ferry yang ini kita bisa upgrade ke kelas VIP seharga 8 ribu perak saja !! yang dimaksud VIP adalah ruangan luas ber-TV dan ber-AC. jadi kita disitu ya goler goler seenaknya aja. tapi tanpa rasa jijik, karena emang bersih tempatnya.

karena rebutan tempat goler goler sama segerombolan ibu ibu (tetep yeeeee...), akhirnya kami baru bisa jalan jalan liat liat ferry setelah setengah perjalanan. berbagai petunjuk di kapal masih berbahasa Jepang, bahkan salah satu klosetnya adalah kloset ala ala jepang. etapi tetep lho ya di kapal ini banyak yang jual indomie sama kopi termosan kayak di sepur ekonomi.
Merah Putih dan matahari
KMP Raja Rakata Jakarta
piye macane ?
sekitar maghrib, kami pun merapat di Merak. perjalanan pun masih dilanjut via darat ke Kp Rambutan dan rumah masing masing. capek ? pasti. seneng ? iya pake banget. buat cungpret macam yours truly yang kerja di Jakarta ini, pasti pengen banget liburan di tempat yang jauh dan beda dari keseharian. kalo liburan ke kota lain, mungkin masih biasa aja. tapi liburan yang isinya alam begini yang bikin happy.

oh iya, ini pertama kalinya lho ndoro putri ngikut trip gabungan alias open trip. lumayan menyenangkan dan terjangkau ternyata. tadinya lebih suka jalan jalan bareng mantan pacar atau sejawat terdekat dan sempet khawatir ini itu kalo ikut open trip. eternyata seru jugaaa... dan yang pasti murah dong ya, wong rombongannya sekampung gitu.

jadi begitulah akhir kisah saga Pahawang Trip yang membahagiakan. esok senennya, ndoro putri pun berangkat kantor dengan semangat yang terpompa dan membara, juga jiwa melaut yang semakin membuncah. IHIY !!

so, catch you later people :D